Siswa Ramai Saat Diskusi Kelompok? Coba Ini

0
544
suasana diskusi kelompok

Sekitar dua minggu ini saya mengajar kelas 4 ditahun ajaran baru 2016/2016, suasana kelas masih membawa kebiasaan atau sifat kelas 3. Kebiasaan menulis lama, berjalan-jalan saat pelajaran, sikap individualisme dan percaya diri yang kurang. Mereka lebih suka menjawab pertanyaan beramai-ramai daripada menjawab dengan mangacungkan jari secara “jantan”.

Hari itu tanggal 1 Agustus 2016 saya ingin mencoba metode pembelajaran kerja kelompok, yang mana dikegiatan ini siswa dituntut untuk menghargai orang lain, kompak dan berani mengemukakan pendapatnya. Namun, dari kegiatan saya menemui beberapa kejadian yang unik dan berbeda di kelas 4 sekarang dibanding kelas 4 dulu. Adapun kejadian unik tersebut adalah :

1. Siswa Kurang Tahu Tugasnya
Siswa dibagi 6 kelompok dan dalam kelompok tersebut sebelum mengerjakan lembar kerja siswa saya memberi beberapa rubrik penilaian (kekompakan, ketertiban dan kebenaran jawaban) dan aturan tambahan lainnya. Setelah itu siswa mengerjakan selama 15 menit tetapi baru berselang beberapa menit ada siswa yang bertanya tentang aturan bekerja kelompok, padahal sebelumnya sudah saya terangkan dan saya pun menjawab ” tolong tanyakan temanmu dahulu, boleh atau tidak?”.

Lembar Kerja Siswa
Lembar Kerja Siswa

Solusi : Untuk mengatasi siswa yang kurang memperhatikan saya memiliki konsekwensi logis yang tegas, jika ada yang kurang faham maka itu menjadi resiko kelompok tersebut tetapi sebelumnya saya sudah mematiskan panduan yang jelas diawal kegiatan.

2. Suasana kurang kondusif
Saat kegiatan kelompok berlangsung suasana kelas kurang kondusif, memang kelas aktif itu ditandai dengan kegiatan siswa yang banyak dan hidup tetapi suasana di kelas ini ramai karena ada beberapa yang mengobrol di luar materi diskusi.

suasana diskusi kelompok
suasana diskusi kelompok

Solusi: Untuk membuat kelas kondusif saya setiap menit selalu mengupdate siswa waktu pengerjaan tugas kelompok ” kurang 10 menit, kurang 4 menit” dengan begitu siswa yang kurang kondusif segera menyelesaikan tugasnya.

3. Sifat Percaya Diri Kurang
Saat sesi presentasi tiba saya menawarkan tanpa menunjuk kelompok yang ingin maju, suasana kelas hening tak ada yang berani angkat tangan dan yang ada hanya pandangan lugu dari mereka sesama antar kelompok lainnya.

Solusi :
Untuk mengadapi ini saya mengeluarkan sebuah kalimat ” Anak yang hebat adalah berani menjadi pertama dan percaya diri walaupun itu masih kurang tepat” dan akhirnya kelompok 2 angkat tangan untuk membacakan hasil diskusinya. Dan akhirnya ada yang mau maju juga nich…..

Kelompok yang mau maju pertama kali
Kelompok yang mau maju pertama kali

4. Sifat Egois Masih Tinggi
Setelah siswa membacakan hasil kerja tugas guru adalah mengkonfirmasi tentang kebenaran pekerjaannya dan dari hasil pekerjaan mereka ada yang kurang tepat. Saat saya memberi konfirmasi tentang kekurang tepatan itu ada siswa yang menyalahkan temannya “loh iya kan? Benar jawabanku tadi”. Dari kalimat itu saya menyimpulkan bahwa siswa tersebut belum mengetahui cara kerja diskusi.

Solusi: Segera saya tanamkan pada mereka bahwa hakekat diskusi adalah mengambil jawaban sesuai kesepakatan kelompok, jika memang sudah disetujui siswa harus mendukung walaupun tidak sesuai jawaban pribadi.

Dari 4 suasana pembelajaran tersebut saya menyimpulkan bahwa seorang guru itu harus memiliki cara khusus dan juga kesabaran tingkat tinggi dalam pembelajaran, apalagi diera pendidikan saat ini yang berkembang sejalan dengan dunia telekomunikasi yang membuat mereka berkembang menjadi anak yang egois, susah berkomunikasi dan memiliki dunianya sendiri sehingga sedikit banyak kebiasaan itu akan terbawa saat pembelajaran berlangsung.

Menjadi guru bukanlah sebuah keterpaksaan tetapi adalah sebuah pilihan, ketika menjadi guru telah dipilih maka otak harus terus terisi ilmu terbaru dan menyiapkan kesabaran hati seluas samudra. Dan apakah saya sudah termasuk guru yang cerdas dan sabar? Jawabannya adalah belum. Karena saya masih perlu banyak belajar. Itulah cerita saya , bagaimana dengan cerita Bapak Ibu guru yang lain?

== Aku “BENCI ” Menjadi Guru SD ==

By : Nurul Hidayah
*BENCI : Benar-Benar Cinta

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY