Saat-Saat Nikmat Menjadi Guru

0
511

Ada kejadian yang sangat sulit saya lupakan disaat awal mengajar di SMK. Kejadian ini meyakinkan saya bahwa menjadi guru adalah pilihan yang sangat tepat..! (saat itu pendapatan dr nukang shooting n ngedit lebih besar dibanding ngajar di 3 sekolah)

Waktu itu semua murid sudah pulang dari Lab Komputer, seorang siswa tidak juga beranjak dari tempat duduk, tak lama kemudian menghapiri saya -saya sedang beres-beres dan agak kecewa dengan tingkat keberantakan ruangan lab yg mencapai high level

Murid : “Pak, apakah keyboard di tumpukan belakang itu rusak semua?”
Saya : “Iya itu memang udah rusak dan gak bisa diperbaiki” (karena barang komite, walaui rusak harus disimpen sampai ada prosedural pembuangan
Murid : ” Apakah saya boleh memilkinya satu pak?”
Saya : “Lho buat apa.. Lha wong itu udah rusak”
Murid : “Gak papa pak.. akan saya gunakan untuk belajar mengetik dirumah…”

Saya seperti disambar petir.. hati saya terasa mendung.. -seharusnya mendung dulu baru petir-
Dengan bahasa tidak merendahkan (ekonomi) saya bilang.
Saya : “yah udah kamu bawa satu.., sembunyikan rapat2 dalam tas. Inget jangan sampe ketahuan guru2 di kantor, atau nanti malah jadi kasus..”
Murid : “Terima kasih pak..” -murid saya langsung pulang dengan tergesa, mungkin takut ketahuan-

waktu itu saya duduk lama sekali di Lab sendiri. Saya berpikir ketika dengan berbagai kesombongan dan kemalasan murid2 sekarang, masih ada murid seperti itu. Beruntung sekali saya bisa bertemu dan mengajar dia.

Jika dibandingkan jaman dahulu, mungkin siswa itu masih terlihat keren.., dari pada jaman saya SMP SMA dulu. Kalo mau belajar ngetik harus buat gambar keyboard dari kertas Manila/ Karton. Dan saya masih inget saat kelas 2 SMP dulu, saya harus menggambar tuts dari piano, dan disuruh ‘membunyikan’ nada do-re-mi dari berbagai nada dasar… aneh..

  • artikel merupakan reposting catatan/notes di facebook saya : http://fb.me/kurniayahya tanggal 23 Mei 2009

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY