Cerita Joko Popoh dan Watu Dakon Trucuk

0
676

Trucuk merupakan salah satu nama kecamatan yang terletak di kabupaten bojonegoro,Dahulu trucuk tak seramai sekarang dulu keadaannya masih sepi dan belum banyak warga yang menetap disana.

saat itu warga trucuk masih menganut budaya Animisme yaitu menyembah benda yang di anggap keramat di sana terdapat sebuah batu berbentuk seperti tanda panah yang lancip di kedua ujungnya dan  memiliki lubang lubang di bagian atas sehingga mirip dengan dakon (congklak) oleh sebab itu warga sekitar menyebut batu tersebut dengan sebutan “ watu dakon “ batu ini di anggap keramat oleh warga.

Watu dakon di jaga oleh seorang juru kunci yang mengerti seluk beluk sejarah watu dakon,sampai suatu ketika ada warga yang mengambil bagian dari watu dakon,keesokan harinya juru kunci dari watu dakon mengetahui hilangnya batu itu dan mencoba mencarinya namun tidak membuahkan hasil,pada malam harinya juru kunci tersebut bermimpi di datangi oleh sosok makhluk besar berwujud rasaksa makhluk itu menginginkan ujung batu dakon yang telah hilang untuk di kembalikan.

Sampai suatu ketika datanglah seorang pengembara yang bernama Joko Popoh atau joko tingkir,Joko Popoh merupakan pengembara dari luar bojonegoro yang datang ke bojonegoro untuk menyebarkan agama islam namun joko popoh tidak sendiri beliau bersama makhluk halus berwujud kerbau bernama kebo danu.

Setelah menggembara sekian lama sampailah joko popoh di sebuah kecamatan yang bernama kecamatan trucuk disinilah joko popoh bertemu seseorang yang terlihat binggung joko popoh menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi kemudian juru kunci menceritakan semua yang terjadi pada watu dakon sehingga Joko Popoh memberi nasehat untuk mengganti batu yang telah hilang untuk di ganti dengan batu lainnya seteah diganti beberapa hari kemudian juru kunci itu tidak di teror lagi oleh makhluk halus itu.

joko popoh mulai tertarik dan menetap di kecamatan terucuk beliau mengajarkan permainan tradisional kepada anak anak dan mengajarkan cara membuat berbagai macam anyaman bambu kepada warga sekitar beberapa bulan kemudian banyak warga yang berbondong bondong datang ke kecamatan trucuk untuk belajar agama islam dan belajar membuat anyaman bambu sehingga sampai sekarang kecamatan trucuk tidak sepi seperti dahulu namun mulai ramai dan watu dakon tidak mistis seperti dahulu namun mulai banyak warga yang berkunjung kesana untuk berwisata sejarah dan mengenal budaya lokal.

watu dakon masih dapat kita jumpai dan masih memperlihatkan aura mistisnya sampai sekarang lokasi watu dakon terletak di Kecamatan Trucuk tepatnya disamping Puskesmas Trucuk.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY