Bengawan Solo

0
613

BENGAWAN SALA

BENGAWAN SOLO


*Arus Bengawan Solo*

Mata airnya berada di wilayah karesidenan Surakarta disebelah tenggara, di pegunungan sewu. Arusnya barat daya, batas kabupaten Pacitan dan Wonogiri. Putar ke barat masuk wilayah Wonogiri, lalu putar ke utara, disebalah selatan kota Wonogiri mendapatkan air dari sungai Kedawong, dari Gunung Lawu.

Dari Wonogiri, arusnya putar ke barat laut, di sungai Dengkeng dari Gunung Merapi. Kemudian putar ke timur laut yaitu di kota Surakarta di sungai Pepe dari Gunung Merbabu. Kemudian ke sungai Keungbang dari Gunung Lawu. Kemudian ke sungai KedungBanteng berada di batas kabupaten Ngawi dan Sragen dari gunung Lawu.

Di Ngawi bengawan solo jadi satu dengan bengawan Madiun, yang bernama kali Gentong. Sehingga bengawan solo menjadi sungai yang terbesar dipulau Jawa.

Dari Ngawi masuk ke karesidenan Rembang, batas kabupaten Blora dan Bojonegoro. Di Cepu mendapatkan air dari sungai Batokan, daei pegunungan kapur sebelah timur laut kabupaten Blora.

Kemudian masuk daerah Bojonegoro, yang melewati sungai Gandongan dari gunung Pandan daerah Kawedan Padangan, sungai Tidu dari gunung Pandan. Dari kecamatan Malo arusnya putar ke timur sampai di kota Bojonegoro mendapatkan air dari kali Kening dari pegunungan Gamping wilayah Rembang sebelah tenggara.

Bengawan solo mengalir ke timur jadi batasnya kota bojonegoro dan Tuban. Disebelah utara Kapas sungai Patjal dari gunung Pandan. Bengawan solo datang disebelah utara distrik Palem putar ke utara ke distrik Rangel putar ke timur, sampai ke Babad. Dari Babad bengawan solo mengalir ke timur laut, jadi batas kabupaten Tuban dan Gresik, lalu masuk ke wilayah Gresik, arusnya masih putar-putar ke timur, lalu datang disebelah selatan kota Sedaju, dan bermuara di laut Jawa sebelah utara selat Madura.

 

*Manfaat Bengawan Solo*

Sebelum ada kereta api dari Gundi ke Serubaya, bengawan solo muaranya digunakan lalu lalang perahu pedangan hingga ratusan perahu dari Ngawi perahu memuat barang dagangan ke Cepu, Kalitidu, Bojonegoro, Babad sampai Sedajudan Gresik.

Dari Cepu sampai ke timur digunakan mengangkut kayu jati dengan digandeng “getek”. Aanemer Tionghwa sang pemborong kayu jati sampai jumlah 70 ribu tiap tahunnya.

Tepi bengawan solo menghasilkan “wedeg” untuk bangunan rumah dan “waled” untuk rabuk. Setiap harinya bengawan solo membawa 37000 sampai 64000 m3 waled.

Pada musim kemarau tepi bengawan solo dipakai untuk tegal,tlatah (santren) sehingga bengawan solo dapat dinamakan tukang ngrabuk tanah.

Hasil pasir dan kerikil tiap musim kemarau tidak kurang seharga 9000 sampai 15000 rupiah.

 

*Radita D. Stitaningrum, (Pustakawan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY